Bali, Keindahan Alam, Seni, dan Religi
Persiapan
Sudah sejak 2 bulan ketika rencana pergi ke Bali itu muncul dipicu iklan murah AirAsia. Emang sih banyak yang bilang pelayanan jelek, Customer Service menyebalkan dan sebagainya, tapi tak sedikit yang puas. Mencoba selalu tak salah. Akhirnya aku pun punya pengalaman booking online untuk dua orang pulang pergi. No problemo, lancar, hingga tampak nomer penerbangan dan waktu pemberangkatan serta tiba dan menyimpannya.
Persiapan berikutnya setelah mendapatkan kepastian tanggal keberangkatan adalah tentu minta ijin cuti kantor, maklum karyawan swasta
Dengan cuti kantor yang terbatas dan dengan beban kerja yang sewaktu-waktu harus siap, membuatku harus mempersiapkan pengganti sebaik-baiknya agar sewaktu liburan tak terganggu permasalahan kantor.
Selanjutnya adalah mencari sebanyak mungkin informasi mengenai Bali! Terutama dari internet, tentang itinerary yang memungkinkan untuk jangka waktu empat hari empat malam seperti yang aku rencanakan. Banyak bahan juga diambil dari beberapa buku tentang tujuan-tujuan wisata di Indonesia. Internet adalah surga informasi, tapi untuk mencari info detail tetapi harus dengan usaha keras, tak semudah membaca buku khusus tentang tujuan wisata Bali. Info biasanya aku cari di google, teman2 milis yang berkaitan dengan jalan2, dan forumnya lonely-planet.
Persiapan menyangkut daftar beberapa penginapan murah meriah, tempat untuk wisata kuliner yang-tak-boleh-dilewatkan, tempat wisata menarik, terkenal, dan unik, serta info transportasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Untuk menghemat waktu untuk mendatangi lebih banyak tempat, kami sepakat menyewa mobil dan pemandu untuk hari I dan II. Hari III dan IV inginnya ke pulau Nusa Lembongan dan tempat2 yang dekat dengan Sanur atau Kuta.
18.30 Berangkat dari Gambir
Berangkat dari Stasiun Gambir, naik Bus Damri arah Bandara yang nge-tem di Parkir belakang Stasiun. Ada dua bus yang kebetulan ada di situ, yang satu pas mau berangkat. Dalam perjalanan sopir menarik ongkos Rp. 15.000. Lumayan, daripada naik taksi yang mungkin habis 70ribuan. Saat itu penumpang tidak terlalu penuh, mungkin hanya 25% kapasitas terisi. Mmm semoga gak cepet bangkrut Damrinya..
19.15 Sampai di Bandara, lalulintas lancar, langsung turun di terminal keberangkatan domestik yg pertama. Menuju konter AirAsia, menyerahkan hasil cetakan informasi nomer penerbangan dan ditanya,”punya copy-nya?”
“wah, gak punya mas,” akhirnya aku mendapat hasil cetakan dari si masnya (emang prosedurnya gimana yah??)
Masuk ke pemeriksaan lalu check-in di konter AirAsia, lumayan banyak antrian dan sebagian besar rombongan orangmuda. Yang suka travelling ngirit kali ya.. Menunggu sekitar satu jam, dan boarding tepat waktu, tinggal landas tepat waktu. Di belakang rombongan orang-orang muda gaul ramai berbincang keras setelah berlari-larian masuk pesawat. Maklum AirAsia tidak memberlakukan nomer tempat duduk, jadinya rebutan deh, tentu kami juga tak mau kalah hehe.. Duduk di jalur darurat, dan dengan ramah ditanya oleh pramugari,”Anda duduk di jalur darurat, bersedia membantu kami jika terjadi keadaan darurat?”
Jelas kami mengangguk menyetujui, tak ada yang perlu dikuatirkan. Lalu kami diajari cara membuka pintu darurat sebelum secara umum pramugari menjelaskan tatacara penyelamatan diri. Selanjutnya pramugari menawarkan makanan dan minuman ringan yang mereka bilang “dengan harga reasonable”, emang sih cukup murah, apalagi gak ada pilihan lain gitu lhoo, di term yang disampaikan saat booking tiket penumpang sudah diingatkan untuk tidak membawa makanan-minuman untuk dimakan di dalam pesawat. Kami sih bawa permen dan minum sendiri
dan gak berniat beli makan kecil karena toh tak sampai 2 jam perjalanan.
Tiba di Ngurah Rai
Sempat ketiduran sebentar di kursi berbalut kulit hitam. Kami tiba di bandara Ngurah Rai, Denpasar. Turun, langsung foto2 berlatar pesawat dan gerbang masuk Ngurah Rai. Sepi. Mungkin memang sudah malam, tapi memang bulan Februari kabarnya adalah bulan paling sepi di Bali.
Brosur tentang pariwisata Bali banyak tersedia. Ada yang menawarkan transportasi, akomodasi, paket wisata, dan selebaran gratis kumpulan informasi wisata dan acara2 wisata di Bali. Yang aku cari gak ada, peta. Ada sih di beberapa brosur yang menampilkan peta Bali dalam ukuran kecil, tapi ya gak terlalu jelas.
Setelah istirahat sebentar, sampai kami tamu yang terakhir di bandara, kami keluar menuju ntah kemana, pokoknya keluar dulu deh. Saran dari beberapa teman adalah naik taksi, sekitar 40-45 ribu sampai di Gang Poppies. Sewaktu berjalan keluar ternyata banyak orang yang menawarkan angkutan, ada taksi resmi dan taksi “gelap”.
“Taksi, Pak?”
“Mau kemana? ke Kuta? Hotel apa? 50 ribu aja ke Sanur”
2-3 orang dengan tekun menawarkan jasanya ke kami yang memang berjalan tak tentu arah, karena memang aku baru sekali ini ke Bali, dan istriku yang kunjungannya ke Bali dulu dijemput travel.
Berdasarkan petunjuk bahwa harganya 40-45 ribu ke poppies, aku tawar 30 ribu untuk ke poppies. Eh ternyata langsung dikasih..
Ya udah, kami akhirnya diantar masuk mobil Kijang kapsul warna hitam dan meluncur melalui gerbang keluar bandara yang ternyata cukup jauh.
“Hmm sengkleh juga klo jalan,” batinku senyum karena sempat mau nyobain jalan aja keluar bandara sekalian menikmati suasana;)
“Gimana keadaan Bali, Pak”
“Yah, begini-begini saja pak, sejak bom II itu tambah sepi.”
“Hari-hari terakhir ini hujan, Pak?”
“Dari kemarin ndak hujan Pak, tapi sebelumnya hampir tiap hari hujan.”
Ini yang aku kuatirkan klo ke Bali di bulan Pebruari. Memang pilihan bulan Pebruari ini karena low season, jadi kami mengharap tidak terlalu banyak turis, tapi konsekuensinya bulan ini masih musim hujan yang mungkin bisa-bisa menggagalkan, paling tidak mengganggu rencana jalan-jalan.
“Mau ke hotel mana Pak”
“Artawan di Poppies II,” sahut istriku, penginapan ini hasil rekomendasi teman2 di milis indobackpacker. Katanya sih berkisar 30-50 ribuan termasuk makan pagi, kamar mandi di dalam, dan bersih (yang terbukti benar).
Losmen Artawan
Letaknya sekitar 80-100 m dari ground zero. Ada beberapa macam kamar bertarif 30-60ribu. Di depan ada jalan masuk selebar mobil. Waktu itu jam sudah menunjuk sekitar pk 12 malam. Suasana sekitar gang poppies masih ramai. Ada sekelompok anak muda bergerombol dan ngobrol di jalan.
“Itu orang Bali atau dari luar Pak,” tanyaku ke sopir.
“Itu dari luar, Pak,” banyakku anak2 muda jakarta yang ke Bali.
Kira-kira 15 menit dari bandara sampailah kami di Losmen Artawan itu. Setelah melihat beberapa kamar, kami memutuskan tinggal di kamar bertarif 40 ribu. Hanya ada tempat tidur, lemari dan fan. Kamar mandi di dalam, lumayan bersih. Kasur cukup nyaman dan bersih, tapi tak ada selimut. Segera kami menyalakan fan yang ada tepat di atas tempat tidur -King Size- dan angin berhembus di kamar seluas sekitar 3×3 meter itu.
Kami memutuskan untuk jalan2 sebentar setelah beberapa lama duduk menunggu di Cengkareng plus duduk di pesawat. Apalagi aku yang segera ingin melihat suasana Bali. Wow, It’s my first time in Bali!!
Ground Zero dan Kehidupan Malam di Bali
Monumen di Jalan Legian itu menjadi saksi bisu. Di tempat itu 12 Oktober 2002, bekas Sari Club, meledaklah bom yang menewaskan 202 orang dari 22 negara (termasuk Indonesia). Korban terbanyak dari Australia Monumen Kemanusiaan itu kini mengenang nama2 tersebut. Dihiasi 22 tiang bendera yang melambangkan banyaknya negara, beberapa orang tampak masih berada di monumen tersebut meski jam sudah menunjuk hampir pukul 1 dinihari.
Dalam perbincangan sepanjang perjalanan dengan Komang, pemandu kami, bisa didengar representasi orang Bali yang ternyata ada yang menganggap kejadian tersebut tersimpan banyak makna dan merupakan “teguran” untuk orang Bali. Memang Bali akhir-akhir ini menjadi tempat tujuan wisata manca yang sangat terkenal. Pariwisata menjadi penyumbang besar perekonomian Bali menggeser pertanian. Para remaja sebagian besar langsung masuk ke sekolah kejuruan pariwisata dan semuanya langsung bisa diterima bekerja di hotel-hotel yang tersebar hingga di sudut-sudut terpencil Bali. Sanur dan terutama Kuta menjadi zona “dugem para turis yang kebanyakan bule. Jalan Legian di Kuta tak pernah sepi bahkan saat ini yang terbilang “sepi” masih berjajar cafe, bar dan sejenisnya menawarkan musik yang berdentam-dentam. Bali yang tak pernah sepi, Bali yang hingar-bingar, mungkin perlu keheningan.
Pariwisata di Bali setelah Bom Bali I apalagi ditambah Bom Bali II bisa dikatakan mengalami perubahan yang signifikan, itu katanya istriku yang sudah ke Bali 3 kali, dan didukung penjelasan Bang Komang. Yang pasti perbaikan di sana-sini, jelas terlihat. Penduduk Bali yang ramah tidak bisa dilepaskan dari industri pariwisata Bali selain alam yang indah dan budaya dan segenap ritualnya.
Selain itu banyaknya wisatawan manca sering menjadikan perlakuan terhadap mereka lebih diutamakan daripada wisatawan lokal. Setelah bom Bali I apalagi bom Bali II, malah wisatawan lokal diincar.
Jangan naik taxi yang lagi mangkal / stop di pojok bangunan / pinggir jalan. Kemungkinan besar taxi seperti itu sudah di modifikasi argo nya. Kalo mau naik taxi, sebaiknya pilih taxi yang sedang on the way / berjalan di jalanan, bukan yang lagi berhenti gitu. Lebih bagus lagi (walau lebih mahal), panggil pake telp.
Baru kejadian di saya sendiri. Pergi dari Tebet ke Majestik pake BlueBird, plus macet dan hujan, cuma Rp 27.000. Pulang pake taxi JAKARTA METRO warna putih, dengan rute sama, habis Rp 33.000.
Ciri ciri taxi itu :
a. mangkal di parkiran toko busana/kain di pintu belakang pasar Majestik (Keb Lama), dekat gerbang keluar bayar tiket parkir pasar Majestik
b. ia bukannya keliling pake mobilnya di jalanan, tapi demi hemat BBM, lebih suka mangkal dan sibuk menawar nawarkan jasanya
c. taxi nya jelek, bau, tidak terawat
d. gaya setir nya juga sembarangan, beberapa kali hampir menabrak obyek di depannya
e. yang tentu saja, argo nya gila gilaan
[...] korban-korban ledakan Bom Bali I, 12 Oktober 2002. Seperti yang telah dijelaskan dari blog ini dan ini bahwa monumen ini untuk mengenang 199-202 korban Bom Bali I dari Sari Club dan Paddy’s Cafe [...]
Bila anda pingin berkunjung dan jalan2 di kota jogja
TOUR 2 HARI
Day 1
Dengan kereta mini mengunjungi Candi Prambanan,candi sewu dilanjtkan melihat proses pembuatan kerajinan perak di kota gede dan makan siang.Dilanjukan menuju ke Kraton, Taman sari, benteng dan gerbang kraton dengan menggunakan Andong wisata. Malam harinya makan malam dan menikmati permainan Masangin di tengah 2 pohon beringin? alun2 selatan
Day 2
Mewngunjungi candi borobudur, candi mendhut, candi pawon dilanjutkan makan siang sambil menikmati 2 gunung besar ( G merapi n G merbabu) di Ketep Pass. Tour dilanjutkan ke agro wisata salak pondoh, Melihat secara dekat proses batik tuliis, proses pembuatan bakpia, menikamati suasana malam di Mallioboro
KULTURAL TOUR
Day 1
Batik course season 1, makan siang ala Kraton, Mengunjungi Candi Prambanan,Sun-set Candi Borobudur, Makan malam
Day 2
Dengan Andong Wisata keliling sekitar Kraton, Kraton Taman Sari, Makan siang. Dilanjutkan Batik Course Season 2, Sun-set di Pantai Parangtritis, Makan malam, Permainan Masangin ( masuk di tengah 2 pohon beringin kembar )
Day 3
Batik couse season 3 ( terakhir ), makan siang, Mengunjungi pabrik batik tulis khas Jogja, Silver Factory ( Kota Gede), Desa seni Kasongan, proses pembuatan bakpia, Menikamti suasan malam kota Jogjakarta di Malioboro.
Bila anada berkenan silahkan hubungi saya di:
An : Dewa Budi Chisara
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133
Cp : 08170955983
SAYA MASIH BANYAK TOUR UNTUK ANADA BILA BERKUNJUNG DI JOGJA, ISAMPING ITU SAYA JUGA DAPAT MEMANTU KEMUDAHAN2 ANADA MENCARI HOTEL, TRANSPORTASI, DLL
An : Dewa Budi Chisara
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133
Cp : 08170955983
Email : dewabudichisara@yahoo.com
Maaf mas, saya juga berencana mau berlibur ke Bali pada bulan Juni ini, dan baru pertama kali, kalau di Gang Popies itu adakah losmen untuk keluarga (saya bawa istri, 2 anak dan 1 pembantu), syukur kalau ada AC-nya.
Kira-kira berapa ratenya? dan apakah bisa ditawar kalau low season?
Terima kasih
[...] Afrian, banyak losmen/hotel di Gang Poppies, seperti pengalaman saya, saya langsung menuju ke tujuan setelah mengumpulkan berbagai info dari milis indobackpacker. Kalau [...]
mas,saya rencananya mau ke bali bulan juli sama teman2 total ada 7 orang..saya mau tanya kalau untuk 7 orang bisa nyewa hanya 2 kamar g?trus kita kan rencananya kan mw sewa mobil,apa cukup halaman hotelnya untuk parkir mobil? thanks
@Dymas,
tergantung losmen/hotel-nya, ada beberapa losmen/hotel di gang poppies yang memiliki halaman parkir cukup luas untuk beberapa mobil, untuk lebih lengkapnya, silakan lihat posting saya di http://pruwanto.com/word/index.php/2008/03/10/penginapan-di-bali/
hubungi kontak tersebut untuk lebih jelasnya.
mas,mau tanya lg bisanya hotel/losmen mulai check in jm brp y?trus checkoutny jm brp?soalnya saya dpt penerbangan ke jakartanya jm 11mlm WIT.
@dimas:
saya gak tahu detil, pengalaman saya check-in dini hari, karena masih ada kamar kosong langsung masuk, tapi katanya klo kamarnya nggak ada yg kosong ya anda harus sabar menunggu sampai ada yg check-out yg biasanya pk 12 siang.
lebih baik dikonfirmasi langsung atau booking ke hotel/losmen tersebut, biar gak capek nungguin ato cari2 losmen lain… sebenernya gak masalah juga sih karena di gang poppies I/II sederet itu banyak banget hotel/losmen.
ok deh mas budi thanks y buat infonya
Mas, mo nanya nh..
ak renc mo ke bali tgl 1 januari 2009 ni from sby
kira2 di gang popy peak season ky ini brapa ya harganya ?apa ada rumah makan muslim murah disana….
baru first nh mas…
renc nya 5 orang
junior bacpaker in south kalimantan
Thx mas
eddy
sebelumnya saya minta maaf………….
saya pengen tau semua tentang bali & saya kepengengen banget kesana…..
tapi saya takut klo misalnya ga tau harga & tempat yang murah bwt nginep…….
bisa tolong cari tw tempat & harganya yang murah….
saya tunggu Emailnya.
Mas,
Mohon bantuannya…
Saya berencana pergi ke bali tanggal 4-7 juni 2009, rencananya mau pergi sendiri.Saya belum pernah ke Bali… this is the first time….
Bisa bantu saya :
1.Penginapan yang murah?
2.Tour Guide yang murah, yang bisa bawa mobl, dan masih seumuran biar enak jln-jln dan ngobrolnya(umur saya 24 tahun-Male) ?
3.Sewa Mobil yang murah selama 4 hari?
4.Tempat-tempat yang bagus (recommend) selama 4 hari di Bali :
-Sunset, Sunrice,Lunch,Dinner,Objek Wisata,etc.???
kindly need your help…please advice…
Thks a lot…
Regards,
Endy
@ Endy
coba hubungi komang arya, lebih jelasnya di http://baliguide.biz/?page_id=2
saya pernah menggunakan jasanya, dan keempat pertanyaan anda akan bisa dijawab dengan baik.
dari saya:
1. penginapan murah banyak di gang poppies, silakan pilih, kalau peak season jangan lupa booking.
2. saya pernah ditemani komang arya..
3. gak tau
4. uluwatu, gbk, sanur, kuta, kintamani, danau batur, dll, silakan baca2 lagi di blog saya
bali sangat indah dan memang benar benar indah. ini memperkuat hipotesa saya bahwa dunia ini adalah planet yang indah. dan semua orang layak untuk tenggelam dalam planet. blog ini menegaskan bahwa bali memiliki berbagai banyak keindahan yang merupakan ikon keindahan itu sendiri. oleh karena itu layak disyukuri bahwa ternyata ada banyak tempat kedaimana dipermukaan bumi ini. tentu saja termasuk bali. bali adalah tempat yang nyaman dan dibarengi panorama yang serba indah dan ini membuat semakin indah saja.